Senin, 01 Oktober 2012

Candi Borobudur

Borobudur adalah candi Budha terbesar di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja.
 





Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah.

 

Candi borobudur, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.


Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu.


Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.


Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa
 
 

dan itulah sekilas tentang candi borobudur ^_^..

Danau Toba

Danau toba adalah salah satu tempat wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. .Danau toba bertempat di kota Parapat.
Lake Toba, North Sumatera (13).JPGLAKE TOBA

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.,Namun menurut masyarakat setempat serta kepercayaan yang ada ,konon katanya danau toba terjadi karena adanya sebuah cerita rakyat yang mengisahkan seorang pria toba menikahi bidadari yang dikutuk menjadi ikan lalu mereka memiliki seorang anak yang bernama samosir  dan danau ini terbentuk akibat dari kesalahan pria toba yang melanggar sebuah pantangan yang diberikan istrinya (bidadari yang dikutuk menjadi ikan ),ia menyebut anaknya dengan sebutan anak ikan dan akhirnya desa yang ditempati oleh mereka terkena banjir ,sejak saat itulah danau toba terbentuk dan ditengahnya terdapat sebuah pulau yang bernama samosir yang konon katanya merupakan anak dari pasangan tersebut yang melarikan diri ke atas bukit. 

SAMOSIR ISLAND with LAKE TOBA 
Menurut pengalaman saya selama berlibur di sana danau toba merupakan tempat yang indah dan wajib dikunjungi bila kita melewati parapat,,di pinggir danau ini terdapat pula  batu gantung, yang konon katanya terbentuk dari sebuah legenda tentang seorang anak yang dijodohkan ,namun anak itu melarikan diri bersama seekor anjingnya dan mereka akhirnya melompat dari atas bukit tetapi mereka tersangkut dan berubah menjadi batu sejak saat itulah tempat itu disebut batu gantung ,di bawah batu gantung ini terdapat goa yang dapat langsung tembus ke Siantar.Pulau samosir juga tdk kalah menarik untuk dikunjungi di sini banyak wisatawan lokal maupun mancanegra yang sengaja datang untuk melihat pulau ini,di dalam pulau ini terdapat berbagai peninggalan dari rakyat zaman dahulu.

SAMOSIR ISLAND

itulah sedikit ulasan tentang danau toba ....^_^